Haikyuu!!: The Beauty in Not Giving Up

Written by: Kajian 2023

Bandung, Eunofa – Di tengah banjirnya tontonan yang penuh tragedi, konflik batin, dan dunia yang tampak makin suram, ada satu anime olahraga yang justru memancarkan cahaya paling sederhana tapi paling tulus: Haikyuu!!. Anime tentang voli ini bukan hanya menghibur—ia menginspirasi, menggerakkan, bahkan membentuk kembali cara banyak orang melihat semangat, kerja keras, dan harapan.


Serial anime Haikyuu!! adalah adaptasi dari manga yang ditulis oleh Haruichi Furudate. Serial anime yang dirilis pada tanggal 6 April 2014 ini menceritakan tentang perjalanan Shoyo Hinata, seorang pemuda penuh semangat yang bercita-cita menjadi pemain voli hebat.

Dari Anime Menjadi Fenomena Dunia

Ketika pertama kali tayang pada 2014, Haikyuu!! mungkin terlihat seperti anime olahraga pada umumnya: kisah anak SMA yang berjuang memenangkan turnamen. Tapi siapa sangka, cerita sederhana itu menjelma jadi fenomena global.

Banyak penonton yang awalnya tidak tahu-menahu soal bola voli, kini jadi fans berat olahraga itu. Di Jepang, klub voli SMA sempat mengalami peningkatan pendaftar setelah Haikyuu!! tayang. Efeknya bahkan terasa di luar negeri—dari Amerika sampai Indonesia, banyak yang mulai main voli hanya karena terinspirasi oleh Hinata dan kawan-kawan Karasuno.

Fenomena ini membuktikan satu hal: Haikyuu!! bukan sekadar tontonan, tapi katalis yang menghidupkan semangat kompetisi dan kebersamaan di dunia nyata. Dalam dunia hiburan yang serba cepat dan kadang nihil makna, efek seperti ini jarang banget terjadi.

Optimisme yang Langka di Era Serba Putus Asa

Coba lihat tren cerita di banyak film atau serial modern. Banyak di antaranya berputar di tema kehilangan, kesedihan, dan trauma. Kita hidup di masa ketika “dark and gritty” dianggap lebih realistis, dan kisah penuh luka terasa lebih “dalam”. Tapi justru di tengah tren itu, Haikyuu!! berdiri tegak sebagai karya yang cerah, penuh energi, dan optimistis tanpa terasa naif.

Haikyuu!! percaya bahwa kekalahan bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan. Setiap karakter di sana—dari Hinata yang tubuhnya kecil tapi bermimpi besar, sampai Kageyama yang belajar membuka diri pada tim—selalu diberi ruang untuk tumbuh. Tidak ada karakter yang sempurna, tapi tidak ada pula yang dibiarkan hancur tanpa harapan. Setiap episode seakan berkata, “Kamu boleh gagal hari ini, tapi kamu bisa mencoba lagi besok.”

Dan mungkin itu alasan mengapa Haikyuu!! terasa sangat relevan di masa sekarang. Ketika media sering menampilkan dunia yang kejam, Haikyuu!! memberi kita sesuatu yang jauh lebih berharga: harapan.

Hakyuu!! (Shoyo Hinata) | Foto : Tirto
Hakyuu!! (Shoyo Hinata) | Foto : Tirto

Spirit Kompetisi yang Manusiawi

Salah satu kekuatan Haikyuu!! adalah caranya memotret semangat kompetisi tanpa menjadikannya soal “menang atau kalah” semata. Di setiap pertandingan, yang ditonjolkan bukan hanya skor akhir, tapi juga proses—rasa takut, kerja sama, keraguan, dan keyakinan. Kita diajak menyelami dunia para atlet muda yang belajar menyeimbangkan mimpi dengan realita.

Setiap tim lawan bukan digambarkan sebagai musuh, tapi sebagai cermin. Mereka saling menguji, saling belajar, dan saling mendorong untuk tumbuh. Inilah yang bikin Haikyuu!! terasa sangat manusiawi. Dalam kehidupan nyata pun, kompetisi sejati bukan tentang menjatuhkan orang lain, tapi tentang melampaui diri sendiri.


Bahkan, momen paling emosional dalam anime ini sering kali bukan ketika Karasuno menang—tapi saat mereka kalah, dan tetap berdiri dengan kepala tegak. Adegan-adegan itu mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati bukan ada di kemenangan, tapi di keberanian untuk terus berjuang.

Karakter yang Tumbuh Bersama Penontonnya

Kekuatan emosional Haikyuu!! juga datang dari karakterisasinya. Hinata, Kageyama, Nishinoya, Daichi, dan kawan-kawan bukan sekadar karakter fiksi—mereka tumbuh seperti teman sendiri bagi para penontonnya. Bahkan, banyak fans yang bilang mereka “dewasa bersama” Haikyuu!!. Setiap musim, kita melihat bagaimana tim Karasuno tumbuh bukan hanya sebagai pemain, tapi juga sebagai manusia.

Hinata misalnya, mewakili semua orang yang sering diremehkan karena keterbatasan. Tubuhnya kecil, tapi tekadnya besar. Ia bukan jenius, tapi pekerja keras yang menolak menyerah.

Kageyama, di sisi lain, mengajarkan pentingnya komunikasi dan empati, terutama bagi mereka yang perfeksionis dan sering merasa frustrasi karena orang lain tidak “sevisi”.

Karakter-karakter ini membentuk jalinan kisah yang hangat, penuh dinamika, dan sangat relatable. Kita mungkin bukan pemain voli, tapi siapa pun pasti pernah berada di posisi Hinata—berjuang keras untuk mimpi yang tampak terlalu tinggi.

Haikyuu!! dan Kekuatan Harapan

Lebih dari sekadar anime olahraga, Haikyuu!! adalah kisah tentang harapan yang menular. Ia menunjukkan bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan tim bisa mengubah seseorang. Pesannya sederhana tapi kuat: kamu mungkin tidak bisa mengontrol hasil akhirnya, tapi kamu selalu bisa mengontrol usaha dan sikapmu.

Di masa ketika banyak orang merasa lelah, kehilangan arah, atau merasa kecil di tengah dunia yang kompetitif, Haikyuu!! datang sebagai pengingat lembut: kamu tidak sendiri, dan kamu masih bisa melompat lebih tinggi.

Terbanglah Setinggi Mungkin

Mungkin inilah alasan mengapa Haikyuu!! masih terus dicintai bahkan setelah bertahun-tahun sejak episode terakhirnya tayang. Bukan hanya karena animasinya yang memukau, soundtrack-nya yang membangkitkan semangat, atau adegan-adegan epik di lapangan—tapi karena Haikyuu!! punya hati.

Anime ini membuat kita percaya lagi bahwa mimpi layak diperjuangkan, bahwa tim dan teman bisa jadi keluarga, dan bahwa setiap kegagalan adalah batu loncatan menuju versi terbaik dari diri kita.

Pada akhirnya, Haikyuu!! bukan hanya tentang bola voli. Ia tentang hidup itu sendiri—tentang jatuh, bangkit, dan terus melompat setinggi yang kita bisa.

Seperti kata Hinata:

 “If you’re the smallest one, you just have to jump the highest.”

Penulis : Sabrina Putri Dewi

Source : Kompasiana

Share This Article